13 February 2009

SHARK MOVE

Album semata wayang Shark Move ini pertama kali dirilis pada tahun 1970. Dari berbagai sumber didapat informasi bahwa mungkin album Ghede Chokra's merupakan album indie pertama di Indonesia, karena semua proses produksinya termasuk pembiayaanya dan pendistribusiannya dilakukan sendiri oleh para personilnya sendiri dibawah label Shark Move Records sehingga idealisme bermusik mereka tidak dipengaruhi oleh pihak manapun. Majalah Rolling Stones Indonesia menempatkan album ini sebagai salah satu dari 150 album terbaik dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.
Corak musik Shark Move yang beranggotakan Benny Soebardja (vocals, guitar), Bhagu Ramchand (vocals), Janto Diablo (vocals, flute, bass guitar), Sammy Zakaria (drums, background vocals) dan Soman Loebis (vocals, piano, keyboards, percussion) tidak lepas dari pengaruh band-band progressive luar negeri terutama Jethro Tull (sangat terasa di lagu andalannya My Life).
Pada tahun 2007 Shadocks Record, sebuah perusahaan rekaman Jerman, tertarik untuk merilis ulang album Ghede Chokra's ini (kok dari negeri sendiri gak ada yang tertarik untuk merilis ulang ya??). jadilah Album ini go international setelah lebih kurang 35 tahun terlupakan dan ternyata mendapat sambutan yang cukup baik dari penikmat dan kritikus musik internasional.
Pada 30 April 2008 Shark Move (waktu itu meyisakan 2 personilnya Benny Soebardja dan Janto Diablo) sempat tampil di Sabuga, Bandung, dalam rangka penghormatan untuk alm. Gito Rollies. Mereka membawakan 4 lagu yaitu My Life, Butterfly, Bingung, dan Madat. Dengan dibantu oleh musisi dari generasi di bawahnya tidak mengurangi kedahsyatan mereka di atas panggung.

SHARK MOVE - GHEDE CHOKRA'S (1970)

4 komentar:

  1. Kalau saya dengerin lagu-lagu milik Shark Move, mereka terpengaruh gaya musikalitas Uriah Heep, Jethro Tull, Gentle Giant, dan sedikit Deep Purple. Coba dengarkan gaya bermusik pada lagu "My Life" yang mengingatkan pada gaya musikalitas lagu "Juli Morning" nya Uriah Heep dipadu dengan musik funk bit rock seperti yang terdapat pada komposisi "Never Before" nya Deep Purple. Sementara lagu "Butterfly" lebih kental dengan aroma Deep Purple terutama di bagian jeda yang menonjolkan permainan organ mirip dengan gaya permainan Jon Lord pada lagu "Help"(karya Lennon/ Mc Cartney) yang diarransement ulang Purple di album Shades Of Deep Purple (1969). Sementara pada lagu "Harga" mereka terimbas gaya musikalitas lagu "From The Beginning" nya Emerson Lake Palmer, terutama genjrengan gitar akustik. Sementara tarikan vokalnya lebih condong ke corak vokal khas melayu. Namun memang ukuran gaya menyanyi atau melodi lagu pada masa itu, cenderung mengarah ke melayu, dan itu nggak bisa dipungkiri pada grup macam God Bless yang meluncurkan hits "Huma Di Atas Bukit". Lagu "Evil War" lebih condong ke corak musik dangdut, padahal sebenarnya mereka tengah memainkan musik slow bit rock. Mungkin kalau lagu itu baru melejit saat ini, bisa langsung disikat grup dangdut amatiran menjadi lagu dangdut koplo. Pada bagian jeda lagu ini tempo permainan drumnya agak diperlambat, namun kurang menarik lantaran beberapa bagian jeda terasa kosong hanya diisi dentaman bass dan hentakan drum. Seharusnya diisi dengan permainan kibor dengan memainkan nada-nada klasik misalnya mencomot dari karya-karya Chopin atau Schuman yang lebih pas untuk permainan kibor musik prog rock (grup musik Genesis kerap mengadaptasi karya-karya mereka). Namun permainan kibor baru muncul di bagian coda dan cenderung lebih mengarah pada gaya permainan Jon Lord (mengingatkan pada lagu "Hey Joe" karya Jimmy Hendrix yang diarransement ulang Purple di album Shades Of Deep Purple, 1969). Menurut saya album Shark Move memang mampu menjadi album yang melawan industri saat itu. Tepatnya ketika dunia musik Indonesia tengah dibuai dengan hentakan musik rock n roll khas Koes Plus, pop mendayu-dayu dari The Mercys-Favorites, lagu-lagu sendu romantis dari Bimbo, maka Shark Move menjawab keinginan pecinta musik rumit dan non komersil.

    ReplyDelete
  2. 'Makasih banyak ya mas Jadulman, saya udah kebingungan banget mau dapetin download "Bingung"nya alm. Soman Lubis cs. Kenangan jaman klas 1 SMA dulu waktu belum mampu punya anggaran untuk beli kaset padahal sering denger di radio. Akhirnya dapat juga jalan untuk download mp3 nya walau sempat nyasar download dari youtube yang kualitasnya seadanya banget, saat live-nya Shark Move sepertinya. 'Makasiiiih banget, rasa haus saya teratasi!

    Mas Nugroho Wahyu Utomo fasih banget ya ulasan/komentarnya, kasanah pengetahuan saya tentang lagu-lagu dan pemusik "jadul '70an" yang me-legenda jadi makin lengkap. Thanks alot

    Salam,
    Mardi Yuwanti (Yuyun)

    ReplyDelete
  3. Shark move memang terbilang berani melawan arus pada jaman itu.
    Seharusnya lagu2 SharkMove di Remake, tentunya dengan sound 70an yg lbh mantap...

    ReplyDelete
  4. herman rocker jawiSep 18, 2011 09:32 PM

    shark move dengan gedhe cokrosnya adalah keberanian memunculkan identitas sebuah ekspresi generasi muda saat itu,ketika kran budaya barat dibuka ke khalayak umum Indonesia pasca era ngak ngik ngok. semisal "evil wars" cengkok rock melayu terutama pada spelling vokal yang Indonesia bgt dalam sebuah bentang komposisi art rock dibuka intro mengadaptasi gaya yess, dimana acoustic guitar menjadi bagian rithym section,sungguh aduhai om @ kita ni .....

    ReplyDelete

Jangan Lupa Kasih Komentarnya!!!